iklan

Link Collider
Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Dec 21, 2014

REVIEW ACER LIQUID Z500: SUKA ATAU TIDAK, HARUS GUNAKAN FLIP COVER

Ponsel Android bermerek global dengan RAM 2 GB biasanya dibanderol lebih dari Rp 2 juta. Acer Liquid Z500 mengakhiri tradisi tidak resmi tersebut. Sebab, ponsel yang dibekali RAM 2 GB itu kini dijual Rp 1,999 juta. Baru dan bergaransi resmi selama tiga tahun.
Penulis usai mencicipi Liquid Z500. Hasilnya, menurut penulis, ponsel itu memiliki dua daya tarik dan satu sisi minus utama. Anda tentu tahu kalau 2-1 = 1 alias masih plus. Hal itu bermakna Liquid Z500 berstatus layak beli. Lanjutkan membaca tulisan ini sampai tuntas untuk mengetahui alasan penulis.
Liquid Z500-2
Mari kita mengulas dua daya tarik utama Liquid Z500 dulu. Pertama, sebagai ponsel kelas menengah, ponsel dual SIM GSM-GSM itu memiliki memori yang cukup lapang. Yakni, RAM 2 GB dan ROM 16 GB. Saat ponsel baru dikeluarkan dari kardus, ruang kosong di memori internal yang hanya terdiri atas satu partisi mencapai 12,65 GB. Pengguna yang gemar mengoleksi file multimedia tinggal menyelipkan kartu microSD ke selot memori eksternal.
Ketersediaan Acer Extend menjadi daya tarik utama kedua Liquid Z500. Dengan memanfaatkan kabel data atau koneksi Wi-Fi, pengguna bisa menampilkan layar ponsel ke layar laptop atau PC. Apa pun yang tersaji di layar ponsel dicerminkan utuh di layar laptop/PC. Aktivitas membalas WhatsApp atau BlackBerry Messenger (BBM) dapat dilakukan dengan lebih lega. Lihatlah isi pesan di layar lebar, lalu ketikkan pesan balasan memakai papan ketik laptop/PC.
Klip video yang menunjukkan operasional Acer Extend telah penulis unggah kehttp://youtu.be/5pdEDR-ymaE. Di video itu penulis menggunakan ponsel Acer Liquid Jade plus koneksi Wi-Fi. Prinsip kerja Acer Extend di Liquid Z500 persis sama.
Liquid Z500-4
Saatnya membicarakan sisi minus. Sebenarnya poin ini bersifat relatif, bergantung selera dan sudut pandang pengguna. Penutup baterai bawaan Liquid Z500 dilengkapiflip berjendela. Dengan demikian, suka atau tidak, pengguna harus menggunakan flip cover.
Bagi penulis yang lebih menyukai jelly case, “pemaksaan” pemakaian flip covermerupakan sebuah sisi minus. Kalau ingin lepas dari flip berjendela tersebut, penulis mesti “merusak” flip cover bawaan. Entah dengan mencongkel paksa atau mengguntingnya. Namun, tindakan itu bakal mengurangi kecantikan penutup baterai bawaan.
Liquid Z500-5
Sebaliknya, pengguna Liquid Z500 yang gemar memakai aksesori flip cover justru akan bersyukur. Karena sudah mendapatkan flip cover, mereka tak perlu mengeluarkan anggaran ekstra. Ponsel berukuran 145,9 x 73 x 8,65 mm dan berat 147 gram itu juga terlihat lebih tipis karena bagian belakangnya tidak dirangkap dengan flip covertambahan.
Layar lima inci beresolusi 1.280 x 720 piksel, prosesor empat inti (quad core) MediaTek MT6582 1,3 GHz, Wi-Fi, bluetooth, dan GPS merupakan sebagian spesifikasi teknis lain Liquid Z500. Ponsel berbaterai tanam 2.000 mAh itu juga mendukung DTS Studio Sound dan wireless display.
Liquid Z500-6
Liquid Z500-1
Liquid Z500 menggunakan kartu SIM berukuran mikro. Satu di antara dua nomor yang siaga dapat diarahkan dan dikunci di jaringan 3G. Pengguna bebas menentukan ingin ber-3G memakai nomor di selot pertama atau kedua. Asalkan ditunjang layanan operator GSM yang dipakai, pengguna berpeluang menikmati akses data HSPA+.
Dua kamera dibenamkan ke ponsel Android 4.4.2 KitKat itu. Kamera belakang yang beresolusi delapan megapiksel dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat. Sedangkan kamera di sisi muka ponsel hanya sanggup menghasilkan foto beresolusi hingga dua megapiksel. Bila difungsikan sebagai perekam video, masing-masing kamera dapat memproduksi klip video full HD 1080p.
Liquid Z500-3
***
Contoh foto yang dihasilkan Liquid Z500.
Pemotretan di luar ruangan pada siang hari. Tanpa fitur HDR.
Liquid Z500-7
Kini fitur HDR diaktifkan.
Liquid Z500-8
HDR nonaktif.
Liquid Z500-9
HDR diaktifkan.
Liquid Z500-10
Tiga foto ini dijepret di ruangan berpencahayaan pas-pasan. Lampu kilat tetap dalam kondisi padam.
Liquid Z500-11
Liquid Z500-12
Liquid Z500-13
Malam hari dan tanpa lampu kilat.
Liquid Z500-14
Di atrium sebuah pusat perbelanjaan. Cahaya lampu memadai.
Liquid Z500-15
Mari makan siang dan jangan lupa mengonsumsi vitamin C. :)
Liquid Z500-16
Liquid Z500-17
Yang ini dipotret memakai kamera depan.
Liquid Z500-18
***
Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.
Liquid Z500-19
Liquid Z500-20
Liquid Z500-21

Dec 15, 2014

Review Lenovo A850+: Seri A Pertama yang Bikin Tersenyum

Setelah mencoba aneka tipe ponsel Lenovo, penulis selalu kurang puas dengan kinerja ponsel Lenovo seri A. Lumayan rutin tersendat alias lag seolah menjadi “penyakit bawaan”. Tak peduli harga jualnya kurang dari atau lebih dari satu juta rupiah, tradisi tersendat masih penulis temukan.
Kondisi berbeda 180 derajat penulis rasakan saat memakai Lenovo A850+. Ia menjadi ponsel Lenovo seri A pertama yang sanggup membuat penulis tersenyum. “Penyakit bawaan” seri A relatif tak dijumpai di ponsel berdimensi fisik 150 x 77 x 8,9 mm dan berat 161 gram itu.
Lenovo A850+-1
A850+ hadir dengan layar 5,5 inci beresolusi 540 x 960 piksel. Spesifikasi lainnya meliputi RAM 1 GB, ROM 4 GB, selot microSD, Wi-Fi, bluetooth, dan GPS. Memori internal ponsel digabungkan dalam satu partisi. Namanya, built-in storage. Kala ponsel masih segar, sebanyak 2,02 GB di antara total kapasitas 3,62 GB berstatus belum terpakai.
Ini poin yang paling menarik. A850+ memanfaatkan prosesor delapan inti (octa core) MediaTek MT6592 1,7 GHz. Dalam pemakaian sehari-hari, ponsel itu terasa cukup gegas. Andaikan RAM bawaan ponsel bukan 1 GB melainkan 2 GB, ah… pasti lebih asyik. Apalagi, bila kapasitas ROM-nya minimal 8 GB.
Dua kamera tersedia di ponsel bersistem operasi Android 4.2.2 Jelly Bean itu. Kamera di sisi belakang dibekali fokus otomatis dan lampu kilat. Ia sanggup menghasilkan foto beresolusi lima megapiksel dan klip video full HD 1080p. Hasil jepretannya pantas dikategorikan cukup bagus.
Sementara itu, kamera di bagian depan ponsel tanpa fokus otomatis maupun lampu kilat. Foto dan video yang mampu diproduksinya maksimal beresolusi VGA saja. Performa kamera tersebut belum layak disebut lumayan, meski juga tak pantas dibilang sangat jelek. Ehmm… buruk mendekati lumayan deh.
Sepasang nomor GSM, keduanya memakai kartu mini SIM, dapat siaga berbarengan di A850+. Hanya nomor di selot SIM pertama yang bisa masuk ke jaringan 3G. Kalau mau, pengguna leluasa menguncinya supaya selalu berada di jaringan 3G.
Lenovo A850+-2
Sama dengan ponsel Xiaomi, A850+ memiliki fitur bawaan yang disebut display current network speed. Fungsinya untuk menampilkan kecepatan layanan akses data di bagian atas layar ponsel. Fitur lain ponsel itu, di antaranya, radio FM, smart answer, dan smart switch.
Smart answer mempermudah pengguna ketika ada panggilan telepon masuk. Untuk menerima panggilan, pengguna tak perlu menyentuh layar. Cukup dekatkan ponsel ke telinga. Panggilan telepon spontan akan diterima.
Sementara itu, smart switch bakal mengubah mode telepon dari handsfree speakeralias speaker phone ke handset mode. Teknisnya, begitu ponsel didekatkan ke telinga,speaker phone yang awalnya aktif akan langsung nonaktif. Pengguna tidak usah khawatir suara lawan bicara bakal memekakkan telinga.
Sumber tenaga A850+ berasal dari baterai 2.500 mAh yang mudah dilepas pasang. Dengan perilaku pemakaian ala penulis, terutama aktif menerima sekitar 700 email per hari plus WhatsApp, baterai itu mampu bertahan mulai pagi sampai lewat jam makan malam.
Bagaimana performa GPS-nya? Ia tergolong cepat mengunci lokasi. Masalahnya, Google Maps praktis tak bisa dinikmati di A850+. Setiap kali Google Maps dijalankan dan terlihat sukses mengunci lokasi, dalam hitungan detik aplikasi itu akan berhenti.
Asal tahu, A850+ yang penulis gunakan sebenarnya dialokasikan untuk pasar Tiongkok. Awalnya tidak tersedia Play Store dan layanan Google lain di ponsel tersebut. Penjual lalu membantu pembeli dengan “menyuntikkan” Play Store dan Gmail. Sedangkan Google Maps harus diunduh sendiri dari Play Store.
Kesimpulan akhir versi penulis, A850+ boleh dilirik oleh pengguna yang memenuhi empat kriteria berikut. Pertama, tidak membutuhkan Google Maps. Kedua, bersedia menerima tampilan layar yang kurang tajam. Ketiga, menganggap sisa memori internal yang sekitar 2 GB saja masih memadai. Buat pengguna yang gemar menginstalasikan aplikasi tambahan, kapasitas sebesar itu amat mungkin dirasa kurang besar.
Keempat alias terakhir, tidak keberatan dengan ponsel tanpa garansi resmi. Ya, seluruh A850+ yang beredar di Indonesia pasti tidak bergaransi resmi. Hanya ada A850+ bergaransi distributor independen dengan harga pasar berkisar Rp 2,4 juta. Entah mengapa, Lenovo Indonesia Cuma menawarkan A850 (tanpa tanda +). Mereka tidak memasarkan A850+ sebagai penerusnya.
***
Foto-foto yang dihasilkan Lenovo A850+.
Lenovo A850+-3
Lenovo A850+-5
Dua foto berikut dijepret di lokasi yang remang-remang. Pemotretan tanpa lampu kilat.
Lenovo A850+-6
Lenovo A850+-9
Sekarang mencoba memotret objek dari jarak dekat di lokasi berpencahayaan memadai.
Lenovo A850+-4
Lenovo A850+-7
Satu foto di bawah ini dipotret menggunakan kamera depan. Harap tidak mencetak dan memakainya untuk mengusir tikus di rumah atau kantor.
Lenovo A850+-8
***
Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.
Lenovo A850+-11
Lenovo A850+-12
Lenovo A850+-10

Sumber: http://goo.gl/vh4NiN